![]() |
| Apel pasukan di Mapolresta Sidoarjo |
SIDOARJO - Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, Polresta Sidoarjo menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal jalannya aksi massa. Wakapolresta Sidoarjo, AKBP M Zainur Rofik menegaskan, serangkaian persiapan telah dilakukan guna memastikan situasi tetap kondusif di wilayah Sidoarjo maupun jalur menuju Surabaya.
Dalam apel kesiapan, Rabu sore (29/4), AKBP Rofik menjelaskan, pengecekan intensif dilakukan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana (sarpras) yang akan diterjunkan ke lapangan.
"Kita melibatkan sebanyak 1.200 personel yang tersebar di beberapa titik strategis, mulai dari wilayah Polsek, titik kumpul massa buruh, hingga persimpangan jalan yang menjadi jalur utama peserta aksi," kata AKBP Rofik kepada media.
![]() |
| pengecekan intensif dilakukan terhadap kesiapan personel maupun sarana dan prasarana (sarpras) yang akan diterjunkan ke lapangan. |
Mengingat Sidoarjo merupakan wilayah penyangga, pihak kepolisian memberikan perhatian khusus pada pergerakan massa yang akan bergeser menuju Surabaya. AKBP Rofik mengapresiasi koordinasi yang terjalin baik dengan serikat buruh di Sidoarjo selama ini.
"Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kawan-kawan serikat buruh di Sidoarjo biasanya bergabung ke Surabaya. Tugas kami adalah mengawal dan mengantarkan mereka agar perjalanan menuju titik aksi berlangsung aman dan tertib," ujar Rofik.
Terkait prosedur pengamanan, Wakapolresta memastikan seluruh tindakan anggota di lapangan akan berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Perkap (Peraturan Kapolri). Meski mengedepankan aspek humanis, ia menegaskan pihak kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika situasi di lapangan menuntut hal tersebut.
![]() |
| Pola pengalihan arus lalu lintas akan diterapkan |
"Pengecekan sarana meliputi perlengkapan pribadi anggota seperti borgol dan tongkat, hingga kendaraan roda dua, roda empat, dan perlengkapan lainnya. Semua disiapkan agar siap digunakan dalam situasi darurat," jelas Rofik.
Saat dikonfirmasi mengenai penggunaan amunisi, AKBP Rofik menegaskan bahwa pengamanan akan dilakukan tanpa penggunaan peluru tajam.
"Kita berpedoman pada SOP pengamanan unjuk rasa. Persiapan sudah matang, dan yang pasti tidak ada penggunaan peluru tajam dalam pengamanan ini," pungkas Rofik.
Dengan siaganya ribuan personel ini, diharapkan peringatan May Day di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya dapat berjalan sebagai ajang penyampaian aspirasi yang damai dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Tags
TNI & Polri


