Tim SAR Gabungan Temukan Pemancing Tenggelam di Selat Madura, Berjarak 950 Meter dari TKP



BANGKALAN – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Mustofa (38), pemancing yang dilaporkan tenggelam di perairan Selat Madura, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (28/4/2026) pagi.

Korban ditemukan sekitar pukul 09.15 WIB di sisi barat Jembatan Suramadu, dengan posisi mengapung sejauh kurang lebih 950 meter dari lokasi awal kejadian.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H. selaku Search Mission Coordinator (SMC), mengatakan proses evakuasi berjalan lancar hingga jenazah berhasil dibawa ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.

“Setelah berhasil dievakuasi ke atas perahu karet, jenazah langsung dibawa ke darat dan diserahkan kepada keluarga,” ujar Nanang.

Upaya pencarian melibatkan satu tim rescue dari Kantor SAR Surabaya bersama sejumlah unsur SAR lainnya. Tim mengerahkan dua Search and Rescue Unit (SRU) air dengan dukungan empat perahu karet untuk menyisir area pencarian.

Pencarian dilakukan secara bertahap, dimulai dari lokasi kejadian, kemudian diperluas ke dua sektor berbeda sesuai rencana operasi SAR.
Komandan tim rescue yang juga bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), M. Andi Pamudji, mengungkapkan bahwa kondisi alam menjadi kendala utama selama proses pencarian.

“Perubahan arus laut yang cukup signifikan serta pasang surut air yang cepat memengaruhi pola pencarian di lapangan,” jelasnya.

Selain penyisiran laut, tim SAR juga berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi untuk turut membantu memantau kemungkinan keberadaan korban.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Surabaya, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Bangkalan, Satpolairud Polres Bangkalan, Polsek dan Koramil Labeng, PMI Bangkalan, aparat Kecamatan Labeng, Pemerintah Desa Pangpong, serta masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban bersama rekannya memancing dengan berjalan kaki di sisi timur Jembatan Suramadu saat kondisi air laut sedang surut, Senin (27/4/2026) pagi.

Namun, keduanya diduga terseret arus laut yang tiba-tiba berubah. Rekan korban berhasil diselamatkan oleh nelayan sekitar dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Labeng, sementara korban hanyut hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال