![]() |
| Pasien di rawat di UGD |
Sidoarjo - Kasus influenza yang oleh masyarakat kerap disebut sebagai "superflu" mengalami peningkatan di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan pasien bahkan membuat sejumlah rumah sakit mengalami keterisian tempat tidur hingga penuh.
Salah satunya terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) Assakinah Medika, Sukodono, Sidoarjo. Pihak rumah sakit terpaksa mengubah sejumlah ruangan manajemen menjadi ruang perawatan tambahan untuk menampung pasien yang mengalami gejala influenza.
Dokter Spesialis Anak RSU Assakinah Medika, dr Nur Alfiani, mengatakan peningkatan kasus influenza memang tengah terjadi. Pasien yang datang didominasi anak-anak dengan gejala seperti demam tinggi, batuk, dan pilek.
"Memang saat ini sedang marak kasusnya," ujar dr Nur Alfiani, Senin sore (5/10/2026)
Menurut pihak rumah sakit, lonjakan pasien telah terjadi sejak sekitar dua pekan terakhir. Dari total sekitar 110 tempat tidur yang tersedia sebelumnya, seluruhnya terisi sehingga rumah sakit menambah kapasitas menjadi 120 tempat tidur.
Sekitar 80 persen pasien yang menjalani perawatan disebut mengalami gejala yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan, termasuk influenza. Kondisi tersebut juga membuat kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) meningkat dibandingkan kondisi normal.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, rumah sakit membuka ruang perawatan tambahan dengan memanfaatkan sejumlah ruangan yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan manajemen.
Rata-rata pasien membutuhkan waktu perawatan sekitar tiga hari sebelum diperbolehkan pulang. Pasien anak menjadi salah satu kelompok yang cukup banyak menjalani perawatan karena lebih rentan terhadap infeksi virus influenza.
Gejala yang umum ditemukan antara lain batuk kering, pilek, serta demam tinggi yang dapat mencapai 39 hingga 40 derajat Celsius, terutama pada beberapa hari pertama. Pasien juga dapat mengalami nyeri otot dan malaise atau kondisi tubuh yang terasa sangat lemas dan tidak nyaman.
Pada kondisi tertentu, infeksi influenza dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, termasuk pneumonia atau radang paru-paru dan gangguan pernapasan.
Dokter mengimbau masyarakat tidak mengabaikan gejala influenza, terutama apabila demam tinggi berlangsung beberapa hari, kondisi tubuh semakin lemah, atau muncul sesak napas.
Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta kembali disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Di antaranya dengan rutin mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan rumah, menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Tags
Peristiwa
