![]() |
| Satuan Reserse PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo mengevakuasi para karyawan wanita keluar dari resto |
Sidoarjo - Tim gabungan dari Polresta Sidoarjo, Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya, dan Pemkab Sidoarjo menggerebek sebuah resto ayam goreng siap saji di kawasan Geluran, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur.
Penggerebekan dilakukan setelah adanya laporan dugaan penyekapan terhadap belasan karyawan di dalam resto tersebut.
Suasana tegang sempat terjadi. Pemilik resto, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Suriah berinisial DW, sempat melakukan perlawanan dan melarang petugas masuk ke dalam resto.
Namun berkat kesigapan petugas, tim gabungan akhirnya berhasil masuk dan menemukan belasan karyawan yang sebagian besar didominasi wanita di dalam resto.
Petugas dari Satuan Reserse PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo langsung mengevakuasi para karyawan wanita keluar dari resto. Mirisnya, meski telah merekrut dan mempekerjakan karyawan, resto ayam goreng itu diketahui hingga kini belum beroperasi melayani pembeli.
Selain dugaan penyekapan, pemilik usaha juga diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah karyawan wanita.
Kuasa Hukum Korban, Fahim Attamimi mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari laporan karyawan yang bekerja di resto tersebut.
![]() |
| Satuan Reserse PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo mengevakuasi para karyawan wanita keluar dari resto |
"Awal ada pelaporan dari karyawan yang bekerja, mereka mengaku disekap dan tidak diperbolehkan keluar," ujarnya.
Salah satu karyawan, Bilal mengaku dirinya melamar sebagai koki. "Kalau saya kan melamar jadi koki, tapi ternyata perlakuannya seperti ini," katanya.
Kapolresta Sidoarjo, AKBP Bobby A.Condroputra menegaskan, Dugaan penyekapan Karyawan Rssto Ayam Goreng di Geluran-Taman Sidoarjo kini tengah ditangani Tim Satres PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo.
" Saat Kasus tersebut sedang ditangani anghota kami di Satres PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo," ujar Bobby.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana yang turun langsung ke lokasi menegaskan akan menindaklanjuti kasus ini.
"Segera kita tindaklanjuti, kita sudah koordinasi dengan Polresta Sidoarjo dan Imigrasi," tegas Mimik.
Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, saat ini terduga pelaku pemilik usaha WNA asal Suriah diamankan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya. Sementara belasan korban karyawan wanita berada di Mako Satuan Reserse PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo untuk dimintai keterangan.

