Sidoarjo - Aksi tawuran pecah usai kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persebaya Surabaya melawan Arema FC di kawasan Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Rabu (5/8/2026) dini hari. Kericuhan terjadi setelah sekelompok suporter Persebaya atau Bonek mendapat serangan dari orang tak dikenal (OTK).
Insiden bermula saat puluhan suporter berkumpul di sebuah kafe untuk menyaksikan laga bertajuk Derby Jatim. Seusai pertandingan, sekelompok orang tak dikenal diduga datang dan melakukan penyerangan terhadap para suporter yang masih berada di lokasi.
Serangan tersebut memicu reaksi spontan dari para suporter. Mereka keluar dari kafe dan mengejar kelompok penyerang hingga ke arah timur. Dalam aksi itu, kedua kelompok sempat terlibat saling lempar petasan kembang api dan membawa bambu serta benda seadanya.
Beruntung, aparat kepolisian dari Polsek Buduran segera tiba di lokasi dan bergerak cepat melerai kedua kelompok. Berkat kesigapan petugas, bentrokan berhasil dihentikan sebelum menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan yang lebih besar.
Kapolsek Buduran, Kompol Sugeng Sulistyono, menjelaskan bahwa kericuhan dipicu adanya sekelompok pemuda yang diduga melakukan penyerangan terhadap suporter yang sedang menggelar nobar. Polisi kemudian mengamankan situasi dan membubarkan massa untuk mencegah bentrokan berlanjut.
"Ada sekitar 20 pemuda berkendara melintas, trus menyalahkan kembang api diarahkan ke warkop sehingga terjadi keributan," ujar Sugeng, Rabu pagi (5/8/2026).
Di lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah sisa petasan kembang api yang diduga digunakan saat kericuhan. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kelompok orang tak dikenal yang diduga menjadi pemicu bentrokan.
Sebagai langkah antisipasi, aparat kepolisian menempatkan personel di sekitar lokasi kejadian guna mencegah aksi balasan maupun bentrokan susulan. Polisi juga mengimbau seluruh suporter agar menahan diri dan menyerahkan penanganan kasus kepada pihak berwenang.
Tags
Peristiwa
