![]() |
| Herwanto, berhasil melakukan budidaya tanaman liar kumis kucing. |
Sidoarjo - Menempati lahan kosong disekitar rumahnya di kawasan Desa Wono Kupang, Balongbendo-Sidoarjo, Herwanto, seorang warga desa setempat akhirnya berhasil melakukan budidaya tanaman liar kumis kucing.
Jika warga awam memotong dan membuang tanaman kumis kucing karena dianggap tanaman liar, namun bagi pria anggota TNI-AL yang bertugas sebagai tenaga kesehatan kapal selam di Ujung-Surabaya ini, tanaman liar kumis kucing justru dibudidaya untuk diproduksi menjadi teh herbal yang dipercaya bisa untuk menjaga kesehatan ginjal.
Keprihatinannya terhadap meningkatnya pasien gagal ginjal disejumlah rumah sakit membuat dirinya bertekad membuat tanaman kumis kucing menjadi teh herbal untuk penyembuhan penyakit gagal ginjal.
Dengan ketelatenan dan kepiawaiannya, setiap seminggu sekali, Herwanto dibantu 2 rekannya mampu panen 500 kilogram tanaman kumis kucing, yang kemudian diolah menjadi 50 hingga 60 kilogram teh herbal yang kemudian dikemas secara rapi dan hygienis.
Sejak budidaya tanaman kumis kucing yang dilakukannya 6 bulan terakhir ini, Herwanto mampu memproduksi sekitar 200 kemasan teh herbal seminggu sekali.
Sementara untuk terus bisa melakukan budidaya tanamam kumis kucing yang diolah menjadi teh herbal untuk kesehatan ginjal dan sejumlah penyakit dalam lainnya/ seperti hipertensi, diabetes, dan asam urat, pria asli Sidoarjo ini menjual teh herbal hasil produksinya sekitar 40 ribu per kemasan.
“Target saya, melalui Budi Daya Tanamam Liar Kumis Kucing yang diolah menjadi Teh Herbal Kesehatan ini, minimal saya bisa membantu Masyarakat untuk Penyembuhan dan Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal, “ ujar Herwanto.
Kini teh herbal kumis kucing produksi Herwanto ini mulai dikenal masyarakat sebagai obat herbal untuk penderita gagal ginjal dan penyakit dalam lainnya. Herwanto berharap, teh herbal kumis kucing yang diproduksinya ini mampu dan bisa mengurangi jumlah pasien gagal ginjal yang kini mulai meningkat di sejumlah rumah sakit, dan bisa membantu Masyarakat dalam mencegah terjadinya Gagal Ginjal.


