Tim SAR Gabungan Evakuasi ABK Asal China di Perairan Karang Jamuang, Sempat Terkendala Komunikasi



Surabaya, BASARNAS — Aksi cepat dan sigap ditunjukkan tim SAR gabungan dalam mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) asal China, Cui Yanpo (45), yang mengalami cedera serius di perairan Pulau Karang Jamuang, Minggu (12/4/2026) malam.

Korban diketahui merupakan kru kapal MV Traverse Caopeidyan yang mengalami cedera pada bagian mata saat bekerja di ruang mesin. Kondisinya yang membutuhkan penanganan medis segera membuat proses evakuasi harus dilakukan secepat mungkin meski dihadapkan pada tantangan di tengah laut.

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., mengungkapkan bahwa KN SAR 249 Permadi bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi pada pukul 21.00 WIB. Namun, komunikasi dengan kapal target baru terjalin pada pukul 22.39 WIB melalui radio Channel 16.

“Setelah koordinasi berhasil dilakukan, pada pukul 23.00 WIB tim tiba di titik intercept dan langsung melaksanakan proses tender dengan kapal MV Traverse Caopeidyan,” jelas Nanang.

Proses evakuasi berlangsung dramatis namun terukur. Dengan mengutamakan keselamatan, tim SAR gabungan berhasil memindahkan korban ke KN SAR 249 Permadi pada pukul 23.19 WIB. Selama perjalanan menuju darat, korban langsung mendapatkan penanganan medis awal dari tim kesehatan RS PHC Surabaya.

Berdasarkan data cuaca maritim dari BMKG, kondisi di lokasi terpantau relatif kondusif. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 10 knot, tinggi gelombang berkisar antara 0,2 hingga 0,5 meter, serta arus laut mengarah ke barat laut dengan kecepatan sekitar 0,84 knot.

Setelah perjalanan laut, KN SAR 249 Permadi akhirnya sandar di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada pukul 01.45 WIB. Korban kemudian langsung dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Dengan berhasilnya evakuasi dan korban telah ditangani di rumah sakit rujukan, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup,” tegas Nanang.

Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari Kantor SAR Kelas A Surabaya, KSOP Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak, KKP Kelas I Tanjung Perak, RS PHC Surabaya, Bea Cukai, Pelindo, hingga agen kapal.

Keberhasilan evakuasi ini kembali menunjukkan kesiapsiagaan tim SAR dalam menangani situasi darurat di laut, meski dihadapkan pada keterbatasan komunikasi dan kondisi lapangan yang dinamis.
Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال