| Gus Muhdlor saat meninjau banjir di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin. |
Sidoarjo (Lampukuning.com) - Hujan lebat pada Hari Minggu sore hingga malam (13/2) membuat beberapa desa di Kecamatan Tanggulangin banjir. Desa tersebut meliputi Kalitengah, Gempolsari, Kedungbanten, Banjarasri dan Banjarpanji.
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor saat meninjau SMPN 2 Tanggulangin mengatakan, Desa Kedungbanteng, Banjarasri dan Banjarpanji memang disinyalir mengalami penurunan tanah. Sehingga saat hujan lebat turun dalam waktu yang cukup lama, dipastikan tiga desa tersebut tergenang. "Kabarnya pada tahun 2021, penurunan tanah mencapai 20 sentimeter. Namun angka itu akan kami kaji dengan tim ahli dari ITS," tuturnya, Senin (14/2/2021).
Penurunan tanah, lanjut Gus Muhdlor, bisa dilihat dengan kasat mata. Banjir di tiga desa tersebut butuh waktu lama untuk surut. Bahkan, meskipun telah memasuki musim kemarau, banjir belum juga hilang. "Penurunan tanah juga terlihat dari infrastruktur jalan beton. Padahal sudah naik 70 sentimeter. Namun saat ini juga tergenang. Penurunan tanah nyata. Apalagi tiga desa ini sangat dekat dengan pengeboran gas," jelasnya.
Kondisi serupa juga terlihat di SMPN 2 Tanggulangin. Belasan ruang di lantai bawah yang terdiri dari ruang kelas dan ruang guru terendam sekitar 10 sentimeter. Padahal, beberapa waktu lalu telah dinaikkan setinggi 50 sentimeter.
Kondisi tersebut, membuat wacana relokasi mengemuka. "Kita sebenarnya telah memiliki kandidat tempat untuk relokasi. Namun yang kita kaji tidak sepotong-potong. Tidak hanya sekolah saja. Tidak hanya pemukiman saja. Tapi menyeluruh," imbuhnya.
Namun, terang Gus Muhdlor, dalam jangka pendek, yang bisa dilakukan adalah menambah pompa dan meningkatkan kapasitasnya. "Kisdam yang lama dibongkar karena kisdam baru telah siap," pungkasnya
Setelah usai meninjau banjir, Gus Muhdlor membagikan paket sembako kepada warga. Ada 300 paket yang dibagikan kepada warga terdampak.(sat)