Sidoarjo - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) siap memberikan pendampingan psikologis serta penanganan trauma (trauma healing) bagi ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, yang menjadi korban keracunan makanan.
Menteri PPPA, Arifah Fauzia menekankan pentingnya pendekatan komprehensif, tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik dan psikis, tetapi juga edukasi pemenuhan gizi yang ramah anak.
Menurutnya, pemenuhan asupan anak kerap menghadapi tantangan karena anak-anak cenderung lebih menyukai makanan siap saji (fast food). Oleh karena itu, pendekatan edukasi gizi seimbang harus dilakukan secara persuasif tanpa mengabaikan selera anak.
"Selama ini kita memberikan edukasi tentang makanan bergizi untuk anak-anak. Biasanya anak-anak maunya makanan fast food. Kita berikan edukasi bahwa yang dimakan harus bergizi. Jadi di satu sisi kita memenuhi apa yang diinginkan anak-anak, tetapi edukasi tentang pentingnya gizi itu juga harus disampaikan," ujar Arifah Fauzia, usai menjenguk santri korban keracunan di RSUD R.T. Notopuro, Jumat (4/9/2029).
Terkait dampak psikologis pascakejadian, KPPPA siap menurunkan tim pendamping untuk membantu pemulihan mental para santri agar siap kembali belajar di sekolah. Penanganan ini akan disesuaikan dengan tingkat trauma masing-masing anak.
"Dari kasus ini, yang akan kita lakukan adalah pendampingan bila dibutuhkan. Karena ada anak-anak yang mengalami trauma, ada juga yang tidak. Nanti atas izin kita berkoordinasi dengan Pak Bupati dan pihak Pondok Pesantren," jelasnya.
Ia menambahkan, jika pihak pesantren mampu menjalankan pendekatan trauma healing secara mandiri, hal tersebut sangat baik. Namun, KPPPA tetap membuka ruang kolaborasi penuh demi memastikan kondisi psikologis para santri benar-benar pulih.
"Kalau memang pihak Pondok Pesantren bisa melakukan pendekatan trauma healing untuk anak-anak, ya alhamdulillah. Tapi seandainya masih membutuhkan, kami siap untuk berkolaborasi agar anak-anak ini siap kembali untuk di sekolah," pungkasnya.
Tags
Nasional
