| Kapolresta Sidoarjo melakukan sidak, mengecek langsung stok minyak goreng |
Sidoarjo (Lampukuning.com) - Masih langkanya stok minyak goreng di sejumlah minimarket di Sidoarjo dan sejumlah kota di Jawa Timur membuat satgas pangan Polresta Sidoarjo harus turun melakukan sidak, mengecek langsung stok minyak goreng di gudang 2 perusahaan retail terbesar di Sidoarjo. Dari hasil sidak diketahui, langkanya minyak goreng di retail modern di Sidoarjo, Surabaya, dan madura akibat terhambat dan minimnya distribusi minyak dari supplier ke gudang retail modern.
Di retail modern seperti minimarket dan supermarket yang tersebar di berbagai wilayah, murni akibat berkurang dan terhambatnya distribusi minyak goreng dari supplier ke gudang retail modern.
Kondisi ini diketahui, setelah satgas pangan Polresta Sidoarjo melakukan sidak dan pengecekan langsung di gudang besar 2 perusahaan retail modern terbesar di Jawa Timur, yang berada di kawasan Gedangan-Sidoarjo, pada Senin (21/2/2022).
Dalam sidak yang dipimpin langsung Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, diketahui jika stok minyak goreng di gudang retail modern benar-benar tipis dan kosong.
Untuk gudang besar minimarket alfamart misalnya, stok minyak goreng tinggal 179 karton yang harus dibagi diseluruh minimarket yang tersebar di Sidoarjo, Surabaya dan Madura. Sementara untuk gudang besar minimarket indomaret, stok minyak goreng sudah kosong.
| Polresta Sidoarjo mengecek kondisi stok minyak goreng |
“Seperti di gudang salah satu minimarket yang kami datangi ini, ada tinggal 179 karton yang per kartonnya berisi enam kemasan 2 liter. Stok ini pun datang dari pihak supplier, langsung di distribusikan ke gerai-gerai minimarket di wilayah Sidoarjo, Surabaya, Gresik dan Madura,” jelas Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro.
Jika sebelumnya pihak retail modern menerima 100 persen dari jumlah yang dipesan, namun kini hanya menerima 8 hingga 14 persen dari total jumlah yang dipesan.
“Di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. contohnya dari permintaan minyak goreng 100 persen ke supplier, hanya dipenuhi bulan Januari 14 persen, Februari 8 persen. Karena suplai yang sangat minim itulah menyebabkan kelangkaan minyak goreng di wilayah kita,” paparnya.
Terkait kondisi ini, pihak Satgas Pangan Polresta Sidoarjo dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan ke pihak supplier terkait berkurang dan hambatan pengiriman stok minyak goreng ke retail modern.(sum)