Ratusan Titik Layanan Disiapkan, Masjid di Jombang Jadi Ruang Singgah Muktamirin

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar


JOMBANG — Kabupaten Jombang terus mematangkan kesiapan menyambut ribuan peserta dan tamu Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026.


Tak hanya mengandalkan fasilitas utama penyelenggaraan, masyarakat bersama pengurus masjid, musala, PCNU, dan MWCNU di berbagai wilayah Jombang menyiapkan titik-titik layanan yang dapat dimanfaatkan para muktamirin selama berada di daerah tersebut.


Melalui program Masjid dan Musholla Ramah Muktamirin, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang memetakan sejumlah lokasi yang dapat digunakan untuk beribadah sekaligus menjadi tempat singgah, beristirahat, hingga menginap.


Titik layanan tersebut tersebar di lima zona wilayah Jombang. Zona selatan memiliki 15 titik, zona utara 32 titik, zona tengah 18 titik, zona timur 23 titik, dan zona barat sebanyak 11 titik.


Dengan demikian, terdapat 99 titik yang disiapkan sebagai bagian dari dukungan fasilitas bagi para muktamirin.


Beberapa lokasi bahkan mempunyai kapasitas penginapan yang cukup besar. Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang di zona tengah, misalnya, mampu menampung hingga 300 orang untuk menginap dan menyediakan area parkir bagi sekitar 20 mobil.


Sementara itu, Kantor PCNU Jombang disiapkan dengan kapasitas menginap sekitar 100 orang serta area parkir delapan mobil.


Di wilayah Bandar Kedungmulyo, Masjid Moeldoko juga menjadi salah satu lokasi dengan kapasitas cukup besar. Masjid tersebut dapat menampung hingga 200 orang dan memiliki area parkir sekitar 35 mobil.


Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan pengurus tempat ibadah dalam mendukung pelaksanaan Muktamar NU ke-35.


Menurut Bahtiar, kesiapan tersebut menunjukkan bahwa penyambutan muktamirin tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat Jombang.


“Penyiapan masjid dan musala sebagai tempat yang ramah bagi para muktamirin merupakan bentuk nyata gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam menyukseskan Muktamar NU ke-35,” ujarnya

 

Bahtiar menilai keberadaan masjid dan musala ramah muktamirin memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat ibadah.


Tempat-tempat tersebut diharapkan menjadi ruang pelayanan sekaligus tempat bertemunya masyarakat dengan para tamu dari berbagai daerah yang datang mengikuti Muktamar NU.


“Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pelayanan, persaudaraan, dan penguatan ukhuwah bagi para tamu yang datang ke Jombang,” tegasnya.

 

Menurutnya, semangat tersebut juga sejalan dengan nilai moderasi beragama yang terus dikembangkan Kementerian Agama.


Pelayanan yang baik kepada muktamirin, kata dia, diharapkan dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat.


“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh elemen masyarakat dapat memberikan pelayanan terbaik kepada tamu yang datang. Semangat menerima, melayani, dan menghormati para muktamirin merupakan bagian dari upaya menjaga kerukunan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” tegas Bahtiar.

 

Sejumlah titik Masjid dan Musholla Ramah Muktamirin tersebut tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya Diwek, Gudo, Ngoro, Jogoroto, Mojowarno, Tembelang, Ploso, Kudu, Plandaan, Jombang, Mojoagung, Peterongan, Sumobito, Megaluh, Perak, hingga Bandar Kedungmulyo.


Kehadiran titik-titik pelayanan ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban fasilitas utama selama pelaksanaan Muktamar, sekaligus memberikan pilihan tempat ibadah dan persinggahan yang lebih mudah dijangkau para peserta.


Bagi masyarakat Jombang, penyediaan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan sambutan terbaik kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.


Kementerian Agama Jawa Timur berharap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi juga membawa dampak positif dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan masyarakat.


“Semoga pelaksanaan Muktamar NU ke-35 berjalan lancar, aman, tertib, dan membawa kemaslahatan bagi umat serta masyarakat Jawa Timur. Kita ingin Jombang memberikan kesan sebagai daerah yang ramah, terbuka, dan mampu menjadi tuan rumah yang baik bagi seluruh muktamirin,” pungkas Bahtiar.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال